Scroll to read post
Example 325x300
Example floating
Example floating

Cari Aman Academy Semarang Cetak Penggerak Safety Riding

3 views
Example 468x60
A-AA+A++

Fokus Semarang mencatat Cari Aman Academy 2026 Semarang menutup rangkaian kompetisinya setelah mempertemukan 570 pelajar dan guru dari 38 sekolah binaan Honda di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah pada 6–8 Oktober 2026. Program tersebut dirancang untuk membentuk pelajar dan tenaga pendidik sebagai penggerak keselamatan berkendara di sekolah maupun lingkungan masyarakat. kabaroto

Peserta sebelumnya menjalani pembekalan melalui Safety Riding Advisor Training dan Cari Aman Academy Bootcamp di berbagai wilayah.

Example 300x600

Mereka kemudian datang ke Semarang untuk menjalani pengujian tingkat nasional.

Penilaian tidak hanya melihat kemampuan mengendarai sepeda motor.

Peserta juga harus memahami teori serta mampu menyampaikan pesan keselamatan kepada orang lain.

Cari Aman Academy 2026 Semarang Uji Tiga Kemampuan

Kompetisi membagi penilaian dalam tiga bagian utama.

Pertama adalah knowledge atau pengetahuan.

Peserta menjalani pengujian teori terkait perilaku berkendara aman dan kemampuan menjelaskan materi keselamatan.

Bagian kedua adalah skill.

Pelajar harus menjalani sejumlah latihan menggunakan sepeda motor, termasuk pengereman, slalom, dan keseimbangan statis.

Bagian ketiga ialah creativity.

Peserta diminta mengembangkan cara menyampaikan pesan keselamatan yang dapat diterima lingkungan sekolah dan generasi muda.

Menurut Jateng News, pendekatan tersebut membuat kompetisi tidak berhenti pada keterampilan mengendarai motor.

Peserta juga dilatih menjadi komunikator keselamatan.

Hal itu penting karena pesan yang disampaikan teman sebaya sering lebih mudah diterima pelajar lain.

Pelajar dan Guru Memiliki Peran Berbeda

Pelajar ditempatkan sebagai agent atau agen perubahan.

Guru berperan sebagai task force yang membantu memastikan kegiatan keselamatan berkendara dapat terus berjalan di sekolah.

Kombinasi tersebut dibuat agar program tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

Sekolah diharapkan memiliki orang yang mampu melanjutkan edukasi.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya menilai kebiasaan berkendara aman perlu dibentuk sejak usia sekolah.

Menurutnya, kedekatan antarpelajar membuat edukasi dari teman sebaya dapat menjadi metode efektif.

Guru kemudian memberi dukungan melalui keteladanan dan pembinaan.

Pemenang Berasal dari Berbagai Daerah

Pada kategori Task Force Award, Mahendra Hayu Alfiansyah dari SMA Negeri 1 Sumberpucung meraih posisi pertama.

Moh Rafi Abdul Rahmat dari SMK Wiraswasta Cimahi berada di posisi kedua.

Andra Diah Rahmawati dari SMK Islam Krembung menempati peringkat ketiga.

Untuk Agent Award, Deca Aulya Putri dari SMK Islam Krembung menjadi juara pertama.

Posisi kedua ditempati Geraldo Tristan Regan dari SMK Negeri 6 Samarinda.

Muhammad Rafi Ramadhani dari SMK Negeri 7 Kendal meraih peringkat ketiga.

Kompetisi juga memberikan penghargaan kepada sekolah.

SMK Wiraswasta Cimahi memenangkan Best Safety Riding School Partnership.

SMA Negeri 1 Pangkalpinang memperoleh Best SR Creative Activity Award. Media Kampung

Semarang Jadi Pusat Kompetisi Nasional

Penyelenggaraan berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah.

Fasilitas tersebut baru diresmikan pada Juli 2026.

Pusat pelatihan berdiri di area Bukit Semarang Baru dengan lahan sekitar satu hektare.

Bangunannya memiliki luas sekitar 2.760 meter persegi.

Fasilitas ini dirancang untuk kegiatan pembelajaran keselamatan berkendara bagi masyarakat, komunitas, perusahaan, hingga lembaga pendidikan.

Kehadiran pusat pelatihan membuat Semarang mempunyai fasilitas khusus untuk pendidikan berkendara aman.

Peserta dapat mempraktikkan berbagai teknik pada area yang lebih terkendali dibandingkan jalan umum.

Keselamatan Tidak Cukup Mengandalkan Helm

Penggunaan helm memang menjadi salah satu unsur penting keselamatan.

Namun, risiko kecelakaan juga dipengaruhi perilaku.

Kecepatan, jarak aman, kemampuan membaca situasi, kondisi kendaraan, dan fokus pengemudi mempunyai peran besar.

Pelajar termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebagian mulai menggunakan sepeda motor ketika aktivitas sekolah dan pergaulan semakin luas.

Tanpa pemahaman yang baik, kemampuan mengendarai motor bisa berkembang lebih cepat dibanding kesadaran terhadap risikonya.

Karena itu, edukasi sejak usia sekolah mempunyai fungsi preventif.

Tujuannya tidak sekadar mengajarkan cara mengoperasikan motor.

Pelajar perlu memahami konsekuensi setiap keputusan di jalan.

Teknik Pengereman Jadi Materi Penting

Salah satu materi kompetisi adalah braking.

Kemampuan pengereman sering dianggap sederhana, padahal situasi darurat membutuhkan teknik yang tepat.

Pengereman terlalu mendadak dapat membuat roda kehilangan traksi.

Sebaliknya, reaksi yang terlambat memperpanjang jarak berhenti.

Kondisi jalan juga memengaruhi.

Permukaan basah, pasir, ban aus, atau tekanan angin yang tidak sesuai dapat mengubah kemampuan kendaraan berhenti.

Latihan di area khusus membantu peserta memahami respons motor tanpa menghadapi lalu lintas umum.

Hal yang sama berlaku pada slalom.

Latihan tersebut menguji kemampuan mengendalikan arah kendaraan dalam ruang terbatas.

Kampanye Keselamatan Harus Relevan dengan Anak Muda

Generasi muda mendapatkan informasi melalui cara berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Konten video pendek, media sosial, komunitas, dan pesan visual menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, kampanye keselamatan perlu menyesuaikan.

Pesan yang terlalu formal berisiko tidak menarik perhatian.

Kategori creativity dalam Cari Aman Academy mencoba menjawab kebutuhan tersebut.

Peserta tidak sekadar menghafal aturan.

Mereka harus mengubahnya menjadi pesan yang dapat dibagikan kepada teman.

Metode ini dapat memperluas dampak program karena edukasi tidak hanya berlangsung saat peserta berada di Semarang.

Tantangan Ada Setelah Kompetisi

Jumlah 570 peserta menunjukkan skala program yang cukup besar.

Namun, keberhasilan jangka panjang bukan hanya soal jumlah peserta.

Dampaknya baru terlihat apabila kegiatan keselamatan terus dilakukan setelah mereka kembali ke sekolah.

Sekolah perlu menyediakan ruang bagi peserta untuk berbagi.

Guru juga perlu memastikan kegiatan tidak berhenti karena jadwal pelajaran atau pergantian siswa.

Cari Aman Academy 2026 memberi fondasi awal.

Semarang menjadi tempat para pelajar dan guru menguji kemampuan sebelum kembali ke wilayah masing-masing.

Jika pengetahuan dan keterampilan tersebut benar-benar diteruskan, satu peserta dapat menjangkau jauh lebih banyak orang.

Tujuan akhirnya bukan memenangkan kompetisi, tetapi membentuk kebiasaan berkendara yang lebih aman di kalangan generasi muda.

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Related Posts

No Response

There are no comments yet.
Be the first to comment here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari Aman Academy Semarang Cetak Penggerak Safety Riding

Fokus Semarang mencatat Cari Aman Academy 2026 Semarang...

Charlie Hospital Jajaki AI untuk Layanan Kesehatan
GIIAS Semarang 2026 Catat 28.876 Pengunjung
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Masih Sisakan Asap
Example 728x250