Scroll to read post
Example 325x300
Example floating
Example floating

India Gaspol Bangun Ekosistem Chip Lewat Semicon 2.0

4 views
Example 468x60
A-AA+A++

MediaSolo mencatat persaingan industri semikonduktor global memasuki babak baru pada 17 September 2026. India membuka SEMICON India 2026 di Yashobhoomi, New Delhi, dengan membawa agenda yang lebih luas dari sekadar membangun pabrik chip. Negara tersebut kini ingin menguasai rantai industri dari desain, wafer fabrication, advanced packaging, material, mesin produksi, hingga sistem elektronik jadi.

Perhelatan tiga hari yang berlangsung sampai 19 September itu mengusung tema “Silicon to Systems: Building the Ecosystem”. Lebih dari 600 perusahaan dan perwakilan dari 52 negara dijadwalkan hadir, bersama lebih dari 400 eksekutif serta 150 pembicara.

Example 300x600

Semicon 2.0 Tak Lagi Hanya Mengejar Pabrik Chip

Strategi baru India terangkum dalam Semicon 2.0, kelanjutan program insentif semikonduktor sebelumnya. Pemerintah India telah menyiapkan anggaran 1,275 triliun rupee untuk fase baru tersebut.

Fokusnya terbagi ke beberapa sektor utama. India ingin memperkuat desain chip, menambah fasilitas fabrikasi, mengembangkan industri assembly-test dan advanced packaging, mendorong riset, membangun produksi mesin serta material, dan menambah jumlah tenaga ahli.

Pendekatan ini berbeda dari strategi awal banyak negara yang lebih dahulu mengejar pembangunan fab. Pabrik memang penting, tetapi produksi chip membutuhkan ekosistem jauh lebih panjang. Bahan kimia khusus, gas industri, alat litografi, software desain elektronik, packaging, pengujian, serta jaringan pemasok sama pentingnya dengan mesin fabrikasi.

Pemerintah India sebelumnya menyetujui 12 proyek melalui Semicon 1.0. Menurut SEMI, tiga proyek di antaranya sudah mulai memasuki produksi komersial menjelang acara tahun ini.

Lebih dari 600 Perusahaan Bertemu di New Delhi

Skala SEMICON India tahun ini memperlihatkan besarnya ambisi tersebut. Pemerintah India menyebut sekitar 50.000 pengunjung diperkirakan hadir, sementara enam paviliun negara berasal dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Belanda, Singapura, dan Swedia.

Sebelum pembukaan, pemimpin perusahaan seperti Micron Technology, ASML, Infineon, Applied Materials, Tokyo Electron, AMD, Intel, dan Tata Electronics ikut terlibat dalam rangkaian pertemuan industri.

Kehadiran perusahaan tersebut relevan karena rantai produksi chip memang tersebar di banyak negara. ASML menjadi pemain penting dalam mesin litografi, sementara Applied Materials dan Tokyo Electron memasok berbagai peralatan fabrikasi.

Micron bergerak di memori, sedangkan AMD dan Intel berada pada sisi desain maupun prosesor. India mencoba mempertemukan pemain dari berbagai bagian industri tersebut dalam satu ekosistem domestik.

Agenda resmi SEMICON India menunjukkan pembahasan tidak berhenti pada fabrikasi. Sesi hari pertama mencakup next-generation manufacturing, advanced packaging, serta pengembangan riset dan produksi peralatan semikonduktor.

“Sand to Silicon” Jadi Konsep Utama

Salah satu fitur baru tahun ini adalah pameran “Sand to Silicon to Systems”. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana bahan dasar diproses hingga akhirnya menjadi semikonduktor dan perangkat elektronik.

Area pameran dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari semiconductor design dan intellectual property, wafer fabrication, assembly-test, mesin, material, specialty chemicals, industrial gases, advanced packaging, hingga sistem elektronik.

Pembagian itu memberikan gambaran mengapa industri semikonduktor sulit dibangun hanya melalui satu investasi besar.

Sebuah chip dapat dirancang di satu negara, dibuat menggunakan mesin dari negara lain, diproduksi dengan material dari pemasok berbeda, lalu dikemas dan diuji di wilayah lain. Gangguan pada satu bagian saja dapat memengaruhi keseluruhan pasokan.

India ingin mengurangi ketergantungan tersebut dengan menambah lebih banyak tahapan produksi di dalam negeri.

Packaging Kini Sama Pentingnya dengan Fabrikasi

Advanced packaging menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus.

Perkembangan AI membuat kebutuhan chip berubah. Produsen sekarang sering menggabungkan beberapa chiplet, memori berkecepatan tinggi, serta interkoneksi canggih dalam satu paket.

Artinya, kemampuan melakukan packaging dan testing bernilai semakin tinggi. Negara tidak harus langsung menguasai proses fabrikasi paling kecil untuk mendapatkan posisi strategis dalam industri semikonduktor.

Semicon 2.0 karena itu ikut memperkuat sektor ATMP dan OSAT, dua bagian industri yang menangani assembly, testing, marking, dan packaging.

Strategi tersebut juga memberi jalur masuk yang lebih realistis bagi industri lokal. Biaya membangun fasilitas packaging tetap besar, tetapi umumnya tidak setinggi pembangunan fab cutting-edge.

Desain Chip dan Startup Ikut Didorong

India sebenarnya sudah memiliki basis talenta desain semikonduktor cukup besar. Tantangannya adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi produk dan kekayaan intelektual milik perusahaan domestik.

Semicon 2.0 mencatat sekitar 105 startup sudah mulai mengembangkan chip. Program berikutnya akan memperluas dukungan desain dan mengarahkan pengembangan pada produk komersial maupun strategis.

SEMICON India 2026 juga menyediakan startup pavilion, pitch competition, innovation showcase, serta hackathon mahasiswa. Lebih dari 40 startup semikonduktor dan elektronik dijadwalkan menampilkan teknologinya.

Langkah tersebut menunjukkan persaingan semikonduktor tidak hanya berkaitan dengan perusahaan raksasa. Startup dapat mengambil posisi pada desain khusus, chip AI, sensor, sistem otomotif, power semiconductor, atau software pendukung.

India Juga Mengejar Talenta

Mesin mahal tidak banyak berguna tanpa tenaga ahli yang dapat mengoperasikan, merancang, dan memeliharanya.

Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian khusus Semicon 2.0. SEMICON India menyediakan Workforce Development Pavilion dan program kolaborasi antara industri dengan universitas.

Software Electronic Design Automation juga diperluas ke ratusan institusi pendidikan. Financial Express melaporkan lebih dari 400 institusi menjadi bagian dari program akses alat desain dalam ekosistem yang sedang dibangun.

Kebutuhan tersebut akan semakin besar jika proyek fabrikasi, packaging, dan desain mulai beroperasi secara bersamaan.

Target Besarnya Ada pada Rantai Pasok Global

India tidak hanya membangun kapasitas untuk kebutuhan domestik. SEMI memperkirakan kebutuhan semikonduktor global dapat tumbuh dari sekitar US$1 triliun menjadi US$2 triliun, sementara kebutuhan India sendiri diproyeksikan bergerak dari sekitar US$100 miliar menuju US$200 miliar.

Angka tersebut merupakan proyeksi industri dan tetap bergantung pada perkembangan ekonomi, AI, elektronik, kendaraan, pusat data, serta teknologi komunikasi.

Meski demikian, arahnya jelas. Semikonduktor semakin dibutuhkan dalam hampir semua sektor teknologi modern.

India mencoba memanfaatkan momentum itu dengan bergerak dari konsumen elektronik menjadi bagian dari rantai produksi global.

Hasilnya belum dapat dinilai hanya dari acara tiga hari. Pembangunan fab membutuhkan waktu bertahun-tahun, sedangkan industri material, mesin, packaging, dan tenaga ahli harus tumbuh bersamaan.

Namun SEMICON India 2026 memperlihatkan perubahan fokus yang cukup penting. Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah India mampu membuat chip. Tantangan berikutnya adalah apakah negara itu dapat membangun ekosistem lengkap yang kompetitif dari desain hingga sistem elektronik jadi.

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Related Posts

No Response

There are no comments yet.
Be the first to comment here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

India Gaspol Bangun Ekosistem Chip Lewat Semicon 2.0

MediaSolo mencatat persaingan industri semikonduktor global memasuki babak...

Land Cruiser FJ Diuji, Harga Indonesia Belum Keluar
Kesehatan Jiwa Anak Muda Jadi Alarm Serius
Pemilu Swedia Ketat, Blok Kiri Unggul Tiga Kursi
Example 728x250