Scroll to read post
Example 325x300
Example floating
Example floating

UNNES Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Semikonduktor

4 views
Example 468x60
A-AA+A++

Fokus Semarang mencatat AI semikonduktor dan talenta digital menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Universitas Negeri Semarang pada Jumat, 9 Oktober 2026. Airlangga mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan teknologi karena struktur pekerjaan masa depan akan semakin berbeda dari sektor padat karya maupun industri konvensional.

Kuliah umum tersebut berlangsung bersamaan dengan penyerahan beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES.

Example 300x600

Sebanyak 530 mahasiswa menerima bantuan dengan total nilai Rp3,38 miliar.

Kegiatan kemudian menjadi ruang membahas hubungan pendidikan tinggi dengan kebutuhan ekonomi baru.

AI Semikonduktor dan Talenta Digital Jadi Fokus Baru

Airlangga menilai Indonesia membutuhkan sumber pertumbuhan baru untuk meningkatkan produktivitas.

Ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan sektor tradisional.

Teknologi digital menjadi salah satu bidang yang dapat menciptakan nilai tambah tinggi.

Menurut ANTARA, pemerintah mendorong AI, semikonduktor, dan talenta digital sebagai mesin pertumbuhan baru.

Ketiganya saling berkaitan.

AI membutuhkan infrastruktur komputasi.

Komputasi bergantung pada chip.

Sementara seluruh ekosistem membutuhkan tenaga kerja yang mampu membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan teknologi tersebut.

Mahasiswa Diminta Tidak Hanya Jadi Pengguna

Mahasiswa sekarang hidup di tengah teknologi AI yang mudah diakses.

Berbagai layanan generatif dapat membantu menulis, menerjemahkan, menganalisis data, hingga membuat kode.

Namun, menjadi pengguna bukan berarti menguasai teknologi.

Perguruan tinggi perlu mendorong mahasiswa memahami bagaimana sistem bekerja.

Kemampuan tersebut mencakup data, algoritma, etika, keamanan, dan penerapan pada persoalan nyata.

Jika Indonesia hanya menjadi pengguna produk teknologi luar negeri, nilai ekonomi terbesar tetap berada di negara yang mengembangkan platform.

Penguasaan talenta lokal dapat membantu mengubah posisi tersebut.

Semikonduktor Menjadi Industri Strategis

Chip digunakan hampir di seluruh perangkat modern.

Ponsel, kendaraan, alat kesehatan, pusat data, peralatan industri, dan sistem komunikasi semuanya membutuhkan semikonduktor.

Ketika pasokan chip global terganggu, dampaknya dapat menjalar ke banyak industri.

Karena itu, sejumlah negara berlomba memperkuat ekosistem semikonduktor.

Indonesia juga mulai mencari posisi dalam rantai tersebut.

Tidak semua negara harus memiliki pabrik fabrikasi chip paling maju.

Desain, pengujian, packaging, material, dan peralatan pendukung juga merupakan bagian dari industri.

Mahasiswa teknik, komputer, fisika, matematika, dan bidang terkait dapat masuk melalui banyak jalur.

Talenta Digital Lebih Luas daripada Programmer

Istilah talenta digital sering dipersempit menjadi kemampuan membuat aplikasi.

Padahal kebutuhan industri jauh lebih besar.

Data analyst, cybersecurity specialist, cloud engineer, product designer, AI researcher, dan semiconductor engineer merupakan beberapa contoh.

Bidang bisnis juga membutuhkan orang yang memahami teknologi.

Perusahaan memerlukan orang yang mampu menerjemahkan kebutuhan pengguna menjadi produk digital.

Karena itu, mahasiswa dari disiplin nonteknik tetap dapat berperan.

Ekonomi digital justru berkembang ketika teknologi terhubung dengan bisnis, kebijakan, komunikasi, serta kebutuhan masyarakat.

UNNES Salurkan Beasiswa Rp3,38 Miliar

Kegiatan di Semarang juga diisi penyerahan beasiswa DPP UNNES.

Menurut rilis UNNES, bantuan tahun 2026 mencapai Rp3,38 miliar untuk 530 mahasiswa.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di sekitar Rp2,8 miliar.

Beasiswa membantu memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Namun, kampus juga menghadapi tantangan lain.

Biaya pendidikan bukan satu-satunya hambatan.

Mahasiswa membutuhkan akses laboratorium, komputer, internet, mentor, dan kesempatan magang.

Pada sektor teknologi, akses terhadap fasilitas dapat menentukan kemampuan seseorang membangun portofolio.

Pendidikan Tinggi Harus Menyesuaikan Dunia Kerja

Perubahan teknologi membuat sejumlah jenis pekerjaan berkembang sangat cepat.

Sebaliknya, sebagian pekerjaan rutin mulai dibantu atau diotomatisasi oleh perangkat lunak.

Perguruan tinggi kemudian perlu memperbarui pembelajaran secara berkala.

Materi yang relevan lima tahun lalu belum tentu cukup untuk kebutuhan saat ini.

Namun, pendidikan tidak seharusnya mengejar setiap tren.

Kemampuan dasar seperti logika, matematika, komunikasi, pemecahan masalah, dan etika tetap penting.

Teknologi akan terus berubah.

Fondasi berpikir memungkinkan mahasiswa beradaptasi ketika perangkat yang digunakan berganti.

AI Bisa Menambah Produktivitas

Airlangga menempatkan peningkatan produktivitas sebagai salah satu alasan Indonesia perlu mengembangkan AI.

Teknologi dapat membantu pekerja menyelesaikan tugas lebih cepat.

  • Di manufaktur, AI dapat digunakan untuk memprediksi kerusakan mesin.
  • Di kesehatan, teknologi membantu membaca data.
  • Di pertanian, AI dapat mendukung pemantauan tanaman.

Namun, produktivitas tidak otomatis meningkat hanya karena perusahaan membeli perangkat AI.

Pekerja harus memahami cara menggunakannya.

Proses kerja juga perlu didesain ulang.

Jika tidak, teknologi justru dapat menjadi biaya tambahan tanpa manfaat yang jelas.

Semarang Bisa Menjadi Basis Talenta

Semarang memiliki beberapa perguruan tinggi besar.

Kota ini kemudian mempunyai modal untuk membangun ekosistem teknologi.

Mahasiswa dari UNNES, Undip, dan kampus lain dapat menjadi sumber tenaga kerja bagi perusahaan digital.

Namun, ekosistem memerlukan lebih dari jumlah mahasiswa.

Startup, perusahaan, pemerintah, dan kampus harus terhubung.

Program magang, penelitian bersama, serta inkubasi bisnis dapat mempercepat hubungan tersebut.

Mahasiswa yang membuat proyek AI sebaiknya mendapat kesempatan mengujinya pada persoalan nyata.

Tantangan Berikutnya Ada pada Industri

Indonesia sudah memiliki banyak program pelatihan digital.

Tantangannya adalah memastikan lulusan mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Jika permintaan industri tidak berkembang, talenta terbaik berpotensi bekerja untuk perusahaan luar negeri.

Hal tersebut tidak selalu buruk, tetapi Indonesia perlu menciptakan perusahaan yang mampu menyerap kemampuan mereka.

Pengembangan AI dan semikonduktor kemudian membutuhkan kebijakan industri.

Investasi, pendidikan, riset, dan infrastruktur harus bergerak bersama.

Kuliah umum di UNNES menunjukkan perguruan tinggi mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi tersebut.

Mahasiswa bukan hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan.

Mereka diharapkan menjadi sumber inovasi dan kemampuan teknis yang dibutuhkan ekonomi baru.

Example 300250
Example 120x600

Pos Terkait

Related Posts

No Response

There are no comments yet.
Be the first to comment here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UNNES Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Semikonduktor

Fokus Semarang mencatat AI semikonduktor dan talenta digital...

Cari Aman Academy Semarang Cetak Penggerak Safety Riding
Charlie Hospital Jajaki AI untuk Layanan Kesehatan
GIIAS Semarang 2026 Catat 28.876 Pengunjung
Example 728x250