
FokusSemarang mencatat gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI di Semarang telah berakhir pada 19 September 2026. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini turut menggerakkan perdagangan, wisata, transportasi, dan UMKM di Jawa Tengah.
Rangkaian acara berlangsung sejak 11 September.
Kota Semarang menjadi lokasi berbagai kegiatan utama dan pendukung yang melibatkan kafilah dari berbagai daerah.
Pameran UMKM menjadi salah satu bagian yang memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.
150 Tenant Ikut Pameran
Pameran MTQ berlangsung di kawasan eks E-Plaza, Simpang Lima.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat ada 150 tenant UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Produk yang ditawarkan berasal dari berbagai daerah.
Kondisi ini membuat pameran bukan hanya menjadi tempat berjualan.
Pelaku usaha juga dapat mengenalkan produk kepada pengunjung dari luar Semarang.
Transaksi Mencapai Rp2,4 Miliar
Total transaksi retail dan pesanan dalam pameran tercatat sekitar Rp2,4 miliar.
Pemerintah Jawa Tengah merinci transaksi retail mencapai Rp2.385.574.640, sementara transaksi order mencapai Rp23.651.000.
Angka tersebut menunjukkan bahwa keramaian sebuah event dapat memberi dampak langsung kepada pelaku usaha.
Namun, nilai transaksi pameran bukan satu-satunya indikator ekonomi.
Pengunjung juga membelanjakan uang di luar area acara.
Kesepakatan Bisnis Lebih Besar
Selain penjualan langsung, pameran menghasilkan kesepakatan bisnis antarpelaku usaha senilai Rp7,54 miliar.
Data tersebut disampaikan dalam acara penutupan pameran pada 19 September.
Kesepakatan semacam ini berpotensi memberikan dampak lebih panjang.
Transaksi retail selesai ketika produk dibeli.
Sementara kerja sama bisnis dapat menghasilkan pesanan dan distribusi setelah acara berakhir.
MTQ Hadirkan Ribuan Orang
Kegiatan berskala nasional membawa peserta dan pendamping dari berbagai wilayah.
Portal resmi MTQ mencatat keterlibatan 38 kafilah provinsi serta perkiraan lebih dari 11.000 peserta, ofisial, pendamping, dewan hakim, tamu, dan pejabat.
Sementara jumlah peserta lomba yang ditetapkan mencapai 2.242 orang.
Perbedaan angka tersebut terjadi karena angka 11.000 mencakup seluruh ekosistem kegiatan, bukan hanya peserta kompetisi.
Penginapan Ikut Mendapat Dampak
Ribuan orang yang berada di Semarang membutuhkan tempat tinggal selama acara.
Hotel dan penginapan menjadi salah satu sektor yang berpotensi menerima tambahan permintaan.
Efek tersebut kemudian dapat merambat ke restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga layanan wisata.
Pola ini membuat event nasional memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan transaksi di lokasi utama.
Wisata Semarang Ikut Dipromosikan
Kafilah juga memperoleh kesempatan mengikuti perjalanan wisata di Kota Semarang.
Beberapa destinasi yang masuk agenda antara lain Masjid Agung Jawa Tengah, Kota Lama, dan Klenteng Sam Poo Kong.
Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada tamu dari luar daerah untuk mengenal sisi lain Semarang.
Pengalaman tersebut berpotensi menjadi promosi tidak langsung.
Festival Tidak Hanya Berisi Perlombaan
Rangkaian MTQ mencakup banyak kegiatan pendukung.
Ada expo kaligrafi, halal food festival dan festival rebana.
Job fair dan seminar juga masuk dalam agenda.
Portal resmi MTQ mencatat rangkaian tersebut berlangsung di berbagai lokasi sepanjang penyelenggaraan.
Job Fair Hadir di Tengah Acara
Job fair berlangsung pada 17–18 September di kawasan eks E-Plaza.
Kehadiran kegiatan ketenagakerjaan memperluas fungsi acara.
Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat perlombaan.
Mereka juga memperoleh kesempatan bertemu dengan perusahaan dan mendapatkan informasi pekerjaan.
Semarang Menjadi Tuan Rumah
Pemerintah Kota Semarang menyatakan rangkaian MTQ berjalan lancar hingga penutupan.
Wali Kota Agustina Wilujeng mengapresiasi panitia, aparat keamanan, relawan, komunitas, dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan acara.
Bagi kota tuan rumah, pengelolaan event besar menjadi ujian tersendiri.
Transportasi, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung harus berjalan bersamaan.
Penutupan Berlangsung di Simpang Lima
Acara penutupan digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima pada 19 September.
Pemerintah sebelumnya menyiapkan pertunjukan tari, musik, dan hiburan sebagai bagian dari seremoni.
Lokasi tersebut menjadi pusat keramaian selama malam penutupan.
Dampak Ekonomi Tidak Berhenti pada Pameran
Pemprov Jawa Tengah sebelumnya memperkirakan perputaran ekonomi selama MTQ dapat mencapai Rp1,2 triliun.
Perhitungan itu mencakup aktivitas penginapan, transportasi, kuliner, cendera mata, dan wisata selama rangkaian acara.
Angka tersebut merupakan estimasi pemerintah bersama BPS.
Karena itu, nilainya perlu dibaca sebagai proyeksi, bukan hasil transaksi langsung.
UMKM Mendapat Pasar Baru
Event nasional memberikan kesempatan bagi produk lokal bertemu pembeli dari luar daerah.
Namun, peluang tersebut baru memberi manfaat jangka panjang jika pelaku usaha mampu menjaga kualitas dan memenuhi permintaan.
Kemasan juga menjadi faktor penting.
Produk yang dibawa pulang wisatawan harus mudah dikenali dan memiliki informasi yang jelas.
Kolaborasi Antardaerah Bisa Berlanjut
Pameran juga membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha.
Produk dari satu daerah dapat menemukan pasar baru di daerah lain.
Hubungan tersebut bisa berkembang melalui distribusi, reseller, ataupun kerja sama produksi.
Dengan demikian, manfaat event tidak harus berhenti setelah panggung penutupan selesai.
Pesan MTQ Lebih Luas
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut MTQ perlu berkembang dari sekadar perlombaan menjadi ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an.
Ia menekankan pembinaan qari, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer perlu terus berjalan setelah acara selesai.
Pandangan tersebut menempatkan MTQ sebagai kegiatan yang memiliki dampak sosial dan pendidikan.
Semarang Mendapat Pengalaman Baru
Bagi kota tuan rumah, penyelenggaraan MTQ menjadi pengalaman untuk mengelola event nasional dengan banyak peserta.
Pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi penyelenggaraan agenda besar berikutnya.
Sementara bagi UMKM, pameran memberikan gambaran tentang potensi pasar ketika sebuah kota menjadi pusat perhatian nasional.
Setelah MTQ Berakhir
Kini perhatian beralih pada bagaimana dampak acara dapat dipertahankan.
Kesepakatan bisnis perlu ditindaklanjuti.
UMKM perlu menjaga hubungan dengan calon mitra.
Destinasi wisata yang dikunjungi peserta juga dapat terus dipromosikan.
Dengan begitu, manfaat MTQ tidak hanya terasa selama sembilan hari penyelenggaraan.
















No Response